Oleh: agung | Mei 27, 2009

Opini: Blackberry, Barrackberry or Crackberry?

blackberry_8800Blackberry sudah melekat dalam kehidupan lebih dari 50 puluh juta pengguna diberbagai negara. Bahkan ada seorang kawan yang bergurau bahwa istrinya punya “suami” muda, yang selalu digenggam, tiap menit “memanggil” untuk dilihat dan “on”setiap saat. Blackberry sudah merasuk dalam kehidupan mulai dari anak remaja, pengusaha, hingga Presiden Amerika Serikat.

Barrack Obama sebagai presiden terpilih negara super power membuat kontroversi karena ngotot tidak ingin melepas Blackberry yang dianggap sebagai barang berbahaya oleh Secret Service. Hal ini menjadi pembicaraan hangat berbagai kalangan pengguna. Blackberry menjadi topik paling hangat pertama Obama sebelum resmi menjabat sebagai presiden, bukan keputusan penting yang berkaitan dengan permasalahan negara atau dunia.

Apakah Secret Service pemerintah A.S. tergolong paranoid? Perbedaan antara paranoid dan highly aware amatlah tipis. Buat orang yang tidak menyadari adanya sebuah ancaman, orang yang mengetahui ancaman tersebut akan dianggap paranoid, khawatir tanpa alasan yang jelas. Sama seperti sekelompok remaja yang mengabaikan peringatan Mbah Marijan, yang mengenal seluk beluk Gunung Merapi, agar tidak melakukan pendakian karena cuaca buruk.

Dibidang keamanan atau pengelolaan risiko, tidak ada yang 100% aman, sehingga memahami siapa yang berpotensi menjadi musuh merupakan hal yang teramat penting. Lalu siapa yang paling mungkin berpotensi menjadi musuh bagi pengguna Blackberry? Siapa yang bisa menyalah-gunakan Blackberry menjadi Crackberry secara utuh? Jawabnya adalah perusahaan Kanada bernama Research In Motion (RIM) si pemilik produk Blackberry.

Mayoritas pengguna Blackberry adalah para profesional, pengusaha dan pemerintah. Maka dapat dipastikan banyak informasi sensitif yang diterima dan dikirimkan. Di era perang informasi dan perang cyber saat ini, posisi RIM menjadi amat strategis. RIM bisa melakukan apapun (secara harafiah) yang dinginkan terhadap seluruh perangkat Blackberry dimanapun berada. Menyadap melalui mikrofon (dan built-in camera), merubah atau mengambil informasi, ataupun menggunakan Blackberry sebagai senjata mematikan guna melumpuhkan infrastruktur Internet sebuah negara. Berbeda dengan handphone biasa, seluruh perangkat Blackberry memiliki hubungan terenkripsi secara langsung ke RIM. Fasilitas luar biasa untuk menutupi serangan.

Mayoritas pengguna Blackberry “termakan” iklan yang menyatakan bahwa Blackberry merupakan perangkat nirkabel teraman saat ini. Betul! Kecuali terhadap RIM. Seluruh lalu lintas data bisa dibaca oleh RIM. Apa keuntungan RIM menyerang penggunanya sendiri? Dalam konteks perang informasi negara memainkan peranan utama. Sudah menjadi rahasia umum kalau agen rahasia negara-negara maju berperan penting dalam perkembangan bisnis perusahaan dinegara masing-masing. Dalam kondisi perang, negara berhak melakukan apapun. Pemerintah Kanada bisa memanfaatkan RIM untuk kepentingan negara. Ini yang dikategorikan sebagai Government Grade Attack, serangan yang paling mungkin dilakukan dengan campur tangan pemerintah.

Saat ini, amat sedikit yang sadar bahwa Perang Dunia Ketiga tengah berlangsung didunia maya. Tenang namun mematikan. Menyadari hal tersebut, Secret Service A.S., yang notabene sahabat terdekat Kanada, amat keberatan Blackberry digunakan oleh Obama. Itu pula yang menjadi penyebab mengapa di tahun 2004 saat saya masih bekerja sebagai Information Security Officer di Perancis, Direction Centrale de la Sécurité des Systèmes d’Informations (DCSSI) organisasi pemerintah yang bertugas mengamankan sistem informasi mengeluarkan himbauan agar pimpinan puncak perusahaan-perusahaan global Perancis tidak menggunakan Blackberry. Bahkan tahun 2007, Secrétariat général de la défense nationale melarang Blackberry dilarang digunakan oleh pejabat pemerintahan.

Sebagai alternatif, Secret Service dan National Security Agency (NSA) mengusulkan Sectera Edge, buatan perusahaan A.S. General Dynamics, seharga 3,350 dollar A.S. Smart Phone inilah yang diberi julukan Barrackberry. Namun, seperti yang kerapkali terjadi pada perusahaan-perusahaan, sang pemimpinlah yang menolak menerapkan sistem pengamanan terutama dengan alasan kenyamanan. Kebijakan keamanan yang ditanda-tangani berlaku untuk semua pengguna, kecuali si penanda-tangan. Ironis!

Pada akhirnya Obama memenangi “pertikaian” dengan Secret Service dan diijinkan menggunakan Blackberry di gedung putih dengan beberapa syarat yang oleh manusia sulit untuk dilakukan secara konsisten.

Diambil dari: think.securityfirst.web.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: