Oleh: agung | Maret 20, 2009

Cara Mengekspresikan Kemarahan pada Pasangan

Di dalam suatu hubungan, rasa sakit hati memang tak dapat dihindari.
Dan rasa sakit hati ini terjadi pada bentuk komunikasi yang tak
sempurna. Sakit hati yang menumpuk suatu saat akan meledak menjadi
kemarahan. Memiliki perasaan marah menunjukkan bahwa perasaan Anda
telah disakiti dan harus segera dicari penyelesaiannya. Berikut ini
beberapa saran untuk mengekspresikan kemarahan Anda secara pantas
kepada pasangan:

Mengamati
Teliti, apakah kemarahan, rasa tersinggung atau sakit hati Anda saat
ini bertambah besar. Berapa lama Anda menyimpan perasaan yang
mengganggu ini? Jika Anda marah kepada pasangan karena ia keluar malam
bersama teman-temannya, mungkin masalah sebenarnya bukanlah itu,
melainkan bagaimana Si Dia memberikan perhatiannya kepada Anda.

Berani
Belajarlah untuk dapat bersikap berani. Jika Anda merasa sangat mudah
terintimidasi, tuliskan perasaan Anda dan tunjukkan kepada pasangan.

Jangan Menyalahkan
Jangan membuat pernyataan yang menyalahkan! Sebagian besar orang
selalu memulai dengan pertanyaan yang paling merusak seperti, “Siapa
yang benar dan siapa yang salah?” Kenyataannya, sebagian besar
ketidaksepahaman didasari oleh interpretasi yang datang dari
pengalaman pribadi, bukan karena kebenaran yang memang sudah terbukti.

Mendengarkan
Satu-satunya cara terbaik untuk mengatasi konflik adalah dengan
menjadi pendengar yang baik untuk pihak lain. Sebagian besar orang
hanya ingin didengar saja, dan hal ini merupakan bentuk dasar dari
perasaan ingin diakui. Seringkali, solusi terjadi justru dari apa yang
dibicarakan.

Mengungkapkan
Biarkan Si Dia mengutarakan perasaan sakit hati atau kesedihannya. Hal
ini sangat baik karena bila tidak diungkapkan, perasaan marah dan
sedihnya akan menumpuk dan membentuk dinding antara dirinya dengan Anda.

Mengakui
Bertanggungjawablah atas segala masalah yang Anda ciptakan, mau
mengakuinya. Tanyakan pada diri Anda sendiri, “Bagaimana tindakan dan
perkataan saya bisa mendukung terciptanya situasi seperti ini?”

Tanggung Jawab
Inilah langkah terakhir yang paling sulit dilakukan. Cari tahu, apa
yang membuat situasi menjadi lebih baik di masa depan, dan apa yang
dapat membuat situasi yang merusak tidak muncul lagi. Katakan pada
pasangan apa yang Anda perlukan darinya agar semuanya bisa menjadi
lebih baik. Anda juga perlu bertanggung jawab atas apa yang perlu
diperbaiki saat ini. Apakah hanya mendengar atau meminta maaf? Semua
orang seringkali melupakan kedua hal itu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: