Oleh: agung | Maret 13, 2009

Mukjizat Santarem, Portugal (tahun 1266)

SANTAREM adalah sebuah desa yang terletak sekitar 35 mil sebelah selatan Fatima. Di sana tinggal seorang wanita miskin yang diperlakukan dengan buruk oleh suaminya yang tidak setia. Dalam kesusahannya, ia minta nasihat dari seorang wanita paranormal (dukun tenung) yang berjanji akan mengubah perilaku suaminya jika ia dapat membawakan baginya sekeping Hosti yang telah dikonsekrasikan.
Hal ini membuatnya takut, karena ia tahu bahwa perbuatan itu merupakan sakrilegi. Walaupun ia sadar bahwa wanita paranormal itu tidak baik, namun akhirnya ia mengalahkan keragu-raguannya. Wanita itu pergi ke Gereja St. Stephen, mengikuti Misa Kudus dan menyambut Komuni, namun segera mengeluarkan Hosti dari dalam mulutnya dan membungkus dengan saputangan. Ia bermaksud mengantarkannya pada wanita paranormal itu, namun tak lama kemudian darah mengalir dari Hosti. Begitu banyak darah yang keluar hingga menetes keluar dan hal ini menarik perhatian banyak orang di sekelilingnya.
Mereka mengira bahwa wanita itu terluka dan berlari ke arahnya untuk membantu. Wanita itu menghindar dan lari menuju rumahnya, meninggalkan jejak darah di belakangnya. Berharap dapat menyembunyikan saputangan berdarah dengan isinya, ia menyimpannya dalam peti. Namun tengah malam terlihat cahaya aneh keluar menembus dari dalam peti dan menerangi seluruh ruangan. Ia terpaksa mengatakan pada suaminya apa yang telah dilakukannya.
Kemudian mereka berdua melewatkan malam hingga fajar dengan berlutut dalam sembah sujud. Pagi harinya pastor paroki diberitahu dan berita ini dengan cepat menyebar dan menarik banyak orang untuk menyaksikan mukjizat ini. Karena kehebohannya, maka langsung diadakan penyelidikan gerejani.
Hosti dibawa dalam sebuah arak-arakan ke Gereja St. Stephen, diletakkan dalam wadah dari lilin dan disimpan dalam tabernakel. Sekitar 19 tahun kemudian, tabernakel dibuka dan terjadi mukjizat lain. Hosti ditemukan dalam keadaan pecah berkeping – keping di luar lilin dan terlihat dalam sebuah piksis yang terbuat dari kristal. Wadah kristal ini kemudian diletakkan dalam monstran yang terbuat dari emas perak berbentuk buah pear dihiasi 33 sinar di sekelilingnya.
Hosti berbentuk tak beraturan dengan terlihat pembuluh darah halus dari bagian atas hingga bawah, dimana sejumlah darah ditampung dalam wadah kristal. Dalam pandangan Dr. Arthur Hoagland, seorang dokter dari New Jersey, yang telah meneliti Hosti dalam kurun waktu yang lama, darah yang ada di bagian wadah kristal kadang kala berwarna seperti darah segar, dan saat lain seperti darah kering.
Setelah ada persetujuan dari Pejabat Gereja (approbation by ecclesiastical authorities) , yang tidak melihat adanya alasan untuk menghakimi atau menyembunyikan laporan mukjizat ini, Gereja St. Stephen dirubah namanya menjadi Gereja Mukjizat Kudus. Di dalam gereja inilah sampai sekarang, Hosti dapat dilihat dan disembah oleh banyak peziarah. Di langit – langit bagian tengah gereja, di kedua sisinya, tergambar lukisan kuno mengenai mukjizat ini. Rumah tempat terjadinya mukjizat ini terletak di Via delle Stuoie, dan telah dijadikan kapel. Peti tempat menyembunyikan Hosti berdarah masih dapat dilihat sampai sekarang.
Note: Di beberapa halaman selanjutnya dari buku ini terdapat foto2 penunjang artikel di atas.

Buku Mukjizat-Mukjizat Ekaristi terbitan MCI, Bab 12, Hal. 55


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: