Oleh: agung | Maret 5, 2009

HUB And Switch

Hub/repeater adalah device yang menghubungkan beberapa kabel UTP atau fiber optic Ethernet dari beberapa device, yang menjadikan semua device yg terhubung dengannya sebagai satu bagian network (LAN). Hub bekerja di Layer 1 (Physical) dlm OSI Model. Hub juga seringkali disebut sebagai multiport repeater. Fungsi utama repeater hanya sebagai penguat sinyal saja, yaitu untuk mengatasi batasan jarak dari media transmisi yang digunakan.

Hub/repeater ikut terlibat dalam proses collision detection, memforward (meneruskan) sinyal collision (jam signal) ke semua portnya apabila terjadi sebuah collision. Inilah kelemahan terbesar dari sebuah hub.

Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port 1 ke port 2 dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port 3 ke port 4, maka akan terjadi collision (tabrakan) karena menggunakan jalur yang sama (jalur broadcast yang sama) sehingga paket data akan menjadi rusak (discard/ drop) yang mengakibatkan pengiriman ulang paket data. Jika hal ini sering terjadi, maka collison dapat mengganggu aktifitas pengiriman paket data yang baru maupun pengulangan sebelumnya. Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu, secara fisik hub mempunyai lampu LED yang mengindikasikan adanya collision.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya (broadcast ke semua node pd domainnya) sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi
semakin kecil untuk setiap port.

Bridge mengirimkan paket data berdasarkan MAC address pada NIC masing-masing interface sehingga bridge mengetahui host (device/ node) mana yang menjadi tujuan. Bridge bekerja pada layer Data Link (Layer 2) di OSI Model.

Switch sebenarnya merupakan bridge yang mempunyai lebih banyak port (multiport bridge). Switch menciptakan collision domain yg dedicated (khusus) dan private (tersendiri) , serta menyediakan bandwidth yg independen (tdk bergantung pada port lain) pada setiap port, hal ini yang membedakan dengan hub.

Switch/ Bridge akan mengirimkan paket data ke alamat tujuan secara pasti karena memiliki informasi alamat tujuannya, yaitu MAC address. Sehingga jika ada collision yang terjadi, hanya pada port-port yang sedang saling berkirim paket data.
Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port 1 ke port 2, dan pada saat bersamaan ada pengiriman paket data dari port 3 ke port 4, maka tidak akan terjadi collision, karena alamat (MAC Address) yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama.

Semakin banyak port yang tersedia pada switch, tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port.

Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh (full-duplex) . Dengan kata lain pengiriman data dari port 1 ke port 2 hanya akan terlihat oleh kedua port tersebut.

Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch. Karena hub mempunyai kecepatan transfer data yang lebih lambat daripada switch. Hub dan switch mempunyai kecepatan transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch sudah dikembangkan sampai kecepatan 1 Gbps.

The point is.., konsep hub dan switch berbeda pada layer (OSI Model), sehingga mengakibatkan perbedaan cara kerja. Dari perbedaan ini yg mengakibatkan transfer data switch lebih cepat daripada hub, karena switch langsung mengirim paket data ke komputer tujuan (walaupun dalam bahasan jenis2 switch yg lebih lanjut, masih terbagi menjadi 3 konsep cara kerja switch –cut-through, fragment free dan store-and-forward- -, tdk sepenuhnya ‘langsung’ memforward paket data), tidak mengirim ke seluruh port yang ada (broadcast) sehingga bandwidth yang ada pada switch dapat digunakan secara penuh oleh host.

So, with the all switch’s capability, why do we still have to buy hub?
Coz..skrg selisih harga hub dan switch hanya beda2 tipis..šŸ˜€


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: